Cara Membuat Pondasi Rumah yang Kokoh

Pondasi rumah adalah salah satu hal yang terpenting bagi anda jika anda ingin membuat suatu bangunan, karena bangunan tidak akan berdiri dengan kokoh jika tidak didasari dengan adanya pondasi. Dan Pondasi adalah salah satu dasar yang akan menopang sebuah bangunan.

Pondasi yang kuat dan pondasi yang didasari dengan perencanaan yang baik maka akan berdampak yang positif terhadap bangunan rumah, begitu juga sebaliknya apabila pondasi yang dibuat tidak dengan rencana atau hanya asal – asalan maka menjadi dampak yang negatif bagi bangunan tersebut.

Memiliki pondasi yang kuat membuat kalian sebagai pemilik bangunan menjadi aman, jika pondasi tidak kuat nanti nya akan menyebabkan bangunan retak – retak dibagian temboknya dan itu menandakan bahwa bangunan anda tidak kokoh. Kontraktor Rumah Jabodetabek

Pondasi yang dibuat secara asal – asalan maka akan membuat bangunan cepat roboh. Dalam pembuatan pondasi yang kokoh juga membutuhkan barang material bangunan yang bagus dan alat yang lengkap. Selain bahan yang bagus dan alat yang lengkap, bisa juga dilihat dari tekstur tanah yang akan di dirikan bangunan. Anda bisa memberikan kepercayaan kepada kami bahwa kami bisa membatu anda untuk membuat dasar bangunan yang kokoh.

simak kembali Renovasi , Bangun Ruko ,Bangun Rumah

1. Pondasi tipe Dalam

Pondasi tipe dalam adalah pondasi yang biasanya digunakan untuk membuat tipe rumah yang mewah atau rumah yang bertingkat. Pondasi dalam ini juga memiliki beberapa macam pondasi yaitu  :

  • Pondasi yang memiliki tipe sumuran

Pondasi sumuran adalah jenis pondasi yang memiliki suatu bentuk peralihan dari pondasi yang dangkal dengan pondasi tiang. Pondasi yang memiliki tipe sumur ini  digunakan jika tanah dasar yang memiliki letak dan kedalamannya yang relatif sangat dalam. Pondasi sumuran ini adalah jenis pondasi di bagian dalam yang di cor langsung di lokasi dengan menggunakan salah satu komponen beton atau belahan batu yang akan di gunakan sebagai pengisian pengecoran.

Pembuatan pondasi yang memiliki tipe sumuran ini biasanya dilakukan dengan memasang sumuran, sumuran yang dimaksud ini berupa pipa dari beton yang memiliki ukuran diameter 1m, 2m, 2.5m, 3m, 3.5m sampai 4m tergantung galian tanah. Dan selanjutnya di dalam sumuran itu akan diisi dengan hasil cor yang sudah dibuat dari percampuran adukan beton ditambah dengan batu kali. Apabila pondasi sudah jadi dan berada di atas pondasi yang akan di bangun dengan struktur kolom yang akan dijadikan sebagai tahanan untuk dinding bangunan.

baca Area Kerja Pro Kontraktor

  • Pondasi yang memiliki tipe bore pile

Pondasi bore pile adalah jenis pondasi yang dalamnya berbentuk seperti tabung, pondasi jenis bore pile ini juga berfungsi sebagai penerus beban dalam struktur bangunan diatas nya dari permukaan tanah sampai dengan lapisan tanah keras yang berada di bawahnya. Pondasi bore pile juga memiliki fungsi yang sama seperti pondasi tiang pancang dan pondasi lainnya, Perbedaannya hanya pada cara pekerjaan nya.

Pembuatan pondasi bore pole dimulai dengan pembuatan lubang di tanah, cara pembuatan lubang nya dilakukan dengan pengeboran terlebih dahulu, apabila pengeboran nya sudah selesai kemudian memasang tulang besi ke dalam lubang tanah yang tadi sudah di lubangi dengan cara di bor yang akan di teruskan dengan pengecoran bore pile menggunakan tremie. Tremie adalah pipa panjang yang digunakan untuk menghubungkan kedua titik rendah yang akan dilakukan pengecoran di suatu tempat kerja yang berada diatas permukaan tanah.

  • Pondasi tipe tiang pancang seperti beton, kayu, dan baja.

Pondasi tiang pancang adalah pondasi yang berada pada bagian dari struktur yang biasanya di gunakan untuk menerima dan menyalurkan suatu beban dari struktur yang berada di atas sampai tanah penunjang yang terletak berada di kedalaman tertentu. Tiang pancang memiliki bentuk yang panjang dan ramping sehingga bisa menyalurkan beban ke dalam tanah. Bahan utama dari pondasi tiang pancang adalah beton, kayu, dan baja. Jenis tiang pancang ini biasanya terbuat dari bahan yang di pukul, di bor ke dalam tanah yang akan di hubungkan dengan pile cap. Tetapi semua tergantung pada tipe tanah nya juga karena material yang akan digunakan juga tergantung tipe tanah dan karakteristik penyebaran yang berada pada beban tiang pancang bisa di klasifikasi kan secara berbeda.

  • Tiang Pancang dari Beton

Tiang pancang beton ini memiliki jenis yang di rancang dengan cara di cor dan juga dengan di rawat terlebih dahulu, agar nanti jika sudah sampai pada waktu yang telah di tetapkan tiang pancang dari beton ini bisa di gunakan dan dapat di pastikan bahwa tiang pancang ini bisa lebih kuat sehingga bisa tahan terhadap tekanan akibat pemancangan dan tidak akan mengalami kerusakan.

  • Tiang Pancang dari Kayu

Tiang pancang kayu ini sebelum di gunakan harus dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu untuk memastikan kekuatannya sebelum dilakukan pemancangan. Dan harus dipastikan terlebih dahulu bahwa tiang pancang kayu yang akan digunakan sudah memenuhi kriteria seperti kuat, tahan lama, dan anti pelapukan tanah.

  • Tiang Pancang dari Baja

Tiang pancang baja ini yang lebih sering di gunakan adalah tiang pancang pipa. Akan tetapi ada juga yang berbentuk seperti tiang pancang baja kotak. Jika tiang pancang pipa yang sering di gunakan yang akan di isi dengan beton. Minimum yang harus di gunakan untuk mutu beton adalah fc’ = 20 MPa atau K-250, agar tiang pancang dari baja ini memiliki kekuatan yang berstruktur dan memiliki daya dukungan yang baik.

2. Pondasi Tipe Dangkal

Pondasi tipe dangkal adalah pondasi yang sangat sering digunakan untuk bangunan yang memiliki tipe sederhana yang memiliki jenis tanah yang padat atau keras, untuk menahan beban yang sangat berat maka pondasi yang jenis dangkal ini sangat bagus jika digunakan tetapi dengan menggunakan material dan alat bangunan seperti hal nya batu kali, batu bata, batako, pondasi lajur dan pondasi alat setempat.

Cara pembuatan pondasi tipe dangkal ini yang akan digunakan untuk membangun ruko atau rumah adalah sebagai berikut:

  • Dengan melihat dan mengukur suatu tanah yang akan dibangun, karena hal ini adalah dasar untuk memberi tanda pertama untuk membangun sebuah rumah atau ruko. Tidak harus atau tidak diperlukan denah yang bagus yang hasil rancangan dari seorang arsitek paling hebat tetapi  sebelum melakukan ke tahapan selanjutnya kita sudah menyiapkan sketsa yang nantinya akan menjadikan patokan untuk membentuk sebuah  rumah tampak bagian atas.
  • Selanjutnya dengan pembuatan bouwplank, bouwplank adalah jenis pembatas yang akan dipakai untuk menentukan titik suatu pekerjaan yang berada di suatu proyek yang akan mendirikan sebuah bangunan rumah atau ruko. Bouwplank juga bisa berfungsi sebagai tempat untuk menentukan suatu titik dalam pembuatan dan meletakkan suatu ukuran bangunan yang akan di dirikan dan bisa di gunakan sebagai media pembantu dalam proses pembuatan pondasi. Dapat diketahui juga bahwa bisa menyiku suatu dinding bangunan dengan sudut 90° menggunakan bouwplank. Bouwplank harus disesuaikan dengan ukuran suatu denah rumah yang akan dibuat, benar – benar di tentukan dengan benar titik – titik dari setiap ruangan dengan menggunakan paku besar dan benang.
  • Selanjutnya menggali sebuah pondasi, dalam penggalian sebuah pondasi maka kedalaman nya disesuaikan dengan rumah atau ruko yang akan dibuat, jika untuk rumah yang sederhana maka dalam nya pondasi sekitar 40-50 cm, dengan lebar 30-40cm. Kedalaman pondasi juga bisa dipengaruhi dengan kondisi tanah yang berada di area yang akan dibangun. Jika tanah yang berada di lokasi bertekstur kasar maka dengan kedalam dan lebar seperti di atas sudah cukup, tetapi jika tekstur tanah lembut maka penggalian nya harus lebih dalam lagi dan bisa ada penambahan terucut yang ada di sepanjang garis pondasi pada bagian bawah.
  • Setelah selesai dalam penggalian pondasi maka dilanjutkan dengan pemasangan pondasi menggunakan batu kali atau bata merah. Dalam penggunaan bahan juga harus di sesuaikan dengan matrial yang tersedia di daerah pekerjaan. Jika dalam suatu daerah tidak ada batu kali maka bisa juga dnegan menggunakan batu bata merah. Untuk saat ini, perumahan – perumahan lebih sering menggunakan batu bata mnerah.Selanjutnya pemasangan batu bata yang akan digunakan pada pondasi tersebut tetapi harus tetap di sesuaikan dengan titik yang telah diberi tanda dengan paku dan benang. Biasanya dengan kedalaman yang seperti yang diatas makan bata merah di pasang lebih tinggi setinggi 4 lapis.
  • Dalam pemasangan batu bata juga memerlukan teknik karena dalam pemasangan nya hampir mirip seperti segi tiga yaitu lebar dibagian bawah dan ke atasnya kira – kira sekitar 20 cm.
  • Apabila pemasangan bata telah selesai maka dilanjutkan dengan pemasangan besi yang telah di rakit dan di ikat dengan kawat. Masing – masing besi yang di rakit di bengkok kan dan diikat dengan tiang kolom.
  • Apabila semuanya telah selesai maka akan dilanjutkan dengan pemasangan begisting untuk sloof dengan menggunakan papan. Pemasangan nya harus rapi dan kuat agar tidak terjadi kerusakan.

Berikut adalah cara dari masing – masing dalam pembangunan pondasi. Semuanya memiliki cara yang berbeda – beda.

Jangan lupa simak kembali

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , ,
Hubungi Kami
kontak

Pro Kontraktor

Kp Belakang Kel. Kamal RT 003/003 No.1
Kalideres, Jakarta Barat 11810

Pelaksana Proyek:
Phone 1 : 0853 6826 5989
Phone 2 : 0896 0461 1178
Phone 3 : 0813 1444 0757
Phone 4 : 0856 196 1980
Email : prokontraktor45@gmail.com